Showing posts with label Ekskursi. Show all posts
Showing posts with label Ekskursi. Show all posts

2017-03-14

Penyelidikan Manifestasi Panas Bumi

Pengamatan morfologi gunung api yang dilakukan untuk mengetahui bagaimana  kemungkinan sistem panas bumi yang ada sekarang terbentuk. Pemahaman terhadap ini dapat digunakan untuk membantu interpretasi terhadap asal fluida panas bumi yang muncul ke permukaan sebagai bentuk manifestasi. Manifestasi panas bumi di permukaan diperkirakan terjadi karena adanya perambatan panas dari bawah permukaan. Selain itu, manifestasi dapat muncul karena adanya rekahan – rekahan yang memungkinkan fluida panas bumi (seperti uap dan air panas) mengalir ke permukaan. Daerah dengan manifestasi panas bumi di permukaan merupakan daerah yang pertama dicari untuk tahapan eksplorasi. Dengan memahami karakter manifestasi panas bumi permukaan yang ditemui dan hasil pengukuran parameternya untuk dapat membuat perkiraan mengenai sistem panas bumi di bawah permukaannya. 


Manifestasi permukaan panas bumi terdiri atas:
  1. Tanah hangat (warm ground). Adanya keberadaan panas bumi dapat ditunjukkan dengan adanya tanah yang mempunyai temperatur lebih tinggi dibandingkan sekitarnya. Hal ini terjadi karena adanya perpindahan panas secara konduksi dari batuan bawah permukaan ke batuan permukaan. Adanya tanah hangat dapat diketahui dengan mengukur gradient temperatur hingga kedalaman 1 – 2 m. Tanah hangat umumnya terjadi di atas tempat terdapatnya sumber panas bumi atau daerah sekitarnya memiliki manifestasi panas bumi yang lebih kuat, seperti adanya kolam air panas atau uap panas.
  2. Permukaan tanah beruap (steaming ground). Uap yang muncul berasal dari suatu lapisan tipis dekat permukaan yang mengandung air panas yang mempunyai temperatur yang sama atau lebih besar dari titik didihnya. Besarnya temperatur di permukaan tergantung pada laju aliran uap. Pada umumnya, intesitas panas di steaming ground diperkirakan dari besaran gradient temperatur.
  3. Mata air panas (hot or warm spring). Mata air panas terbentuk karena adanya aliran air panas/hangat dari bawah permukaan melalui rekahan – rekahan batuan. Sifat air ini yang digunakan untuk memperkirakan jenis reservoir bawah permukaannya. 
  4. Kolam air panas (hot pools). Kolam air panas terbentuk karena adanya aliran air panas dari bawah permukaan melalui rekahan batuan. Pada permukaan air terjadi penguapan yang disebabkan karena adanya perpindahan panas dari permukaan air ke atmosfir. Pada boiling pools, laju air kecil dan memiliki temperatur di bawah titik didih. Pada ebullient pools merupakan kolam air panas yang bergolak karena adanya letupan – letupan kuat yang muncul sebagai akibat pelepasan uap panas di bawah permukaan air. 
  5. Fumarol. Fumarol merupakan lubang kecil yang memancarkan uap panas kering atau yang mengandung butiran – butiran air. Temperatur uap umumnya tidak lebih dari 100 derajat Celcius. 
  6. Geyser. Geyser merupakan mata air panas yang memancar ke udara pada selang waktu tertentu dengan ketinggian yang beraneka ragam. 
  7. Kubangan lumpur panas (mud pools). Kubangan lumpur panas mengandung non-condensible gas (CO2) dengan sejumlah kecil uap panas. Lumpur terdapat dalam keadaan cair karena adanya kondensasi uap panas. Letupan yang terjadi adalah akibat pancaran CO2.
  8. Alterasi batuan. Alterasi hidrotermal merupakan proses yang terjadi akibat adanya reaksi antara batuan asal dengan fluida panas bumi. Batuan hasil alterasi bergantung pada bebarapa faktor, yaitu temperatur, tekanan, jenis batuan asal, komposisi fluida, dan lamanya reaksi. Reaksi antara batuan dengan air klorida dapat menyebabkan terjadinya pengendapan dan pertukaran mineral seperti klorit, adularia dan epidot. Reaksi dengan air asam pada kedalaman relatif dangkal akan mengakibatkan batuan terubahkan menjadi mineral lempung. 

2011-03-22

Zeolit Cikembar

Part 2 dari ekskursi ke Sukabumi.
Selesai belajar tentang Pasirtu, mampir sudah ke tambang zeolit. Jadi, sebelumnya, apa itu zeolit kah? Gimana nambangnya?
Atau bahkan mungkin bahan galian ini tidak cukup familiar buat anak - anak tambang sendiri karena ia tergolong pada bahan galian C. Ini wajar sekali karena kebanyakan pada kuliah, lebih penekanan pada bahan galian vital bagi pemerintah. Wajar dong, namanya juga tuntutan alami. Nah, gimana dengan zeolit ini, si batu hijau penghias banyak tempat indah yang disebut rumah?

Zeolit ini dikenal sebagai apa kalau dijual? Ya, yang penulis tahu adalah sebagai batu hias buat rumah, dan dalam bentuk lebih halus lagi jadi makanan buat ternak. Pada dasarnya, yang membuat zeolit istimewa salah satunya adalah kemampuan dia untuk menyerap air. Cincin ikatan di dalamnya bisa fleksibel bertukar dengan mengikat ion - ion penyusun air. Oleh karena itu, zeolit juga digunakan dalam dunia pertamanan.

Ekskursi kemarin dilakukan di Cikembar, sekitar 1 jam dari Cimangkok. Di sini, zeolit ditambang dalam skala cukup besar untuk ukuran tambang rakyat. Ada tempat pengolahan untuk kebutuhan batu hiasnya dan ada pabrik untuk prosessing zeolit jadi makanan ternak atau kebutuhan lainnya.

Ini adalah contoh zeolit. Pensil dijadikan komparator terhadap fragmen batuan tertentu (warna hitam) yang menyusun dari zeolit. Hal ini berkaitan dengan genesa zeolit.

Atas. Gambar menunjukkan mesin pemotong zeolit. Zeolit dari tambang diambil dengan ukuran blok yang besar, lalu diprosesing dengan mesin pemotong untuk dibuat dalam ukuran tertentu sesuai kebutuhan pasar. Dari tambang ini salah satunya dihasilkan zeolit dalam ukuran 10 x 10 cm.

Endapan ini ditemukan di Desa Cikembar. Endapan memiliki bentuk massif yang merupakan hasil diagenesa ataupun primer. Secara genesa, zeolith yang terbentuk pada daerah cikembar kemungkinan besar adalah hasil diagenesa yang terstrukturkan kuat akibat proses tektonik. Pengendapan terjadi pada daerah tersebut lalu membentuk zeolit.

Sedimen yang terendapkan ini lalu termetamorfkan karena adanya aktivitas geologi sehingga pengaruh panas dan tekanan yang berubah dengan cepat. Hal ini dapat dilihat pada kenampakan zeolit yang ada di Cikembar ini. Zeolit hasil diagenesa di tempat ini tampak sangat berbeda kenampakannya dengan yang ada di Tasikmalaya. Kenampakan luar zeolit lokasi ini lebih pada berstruktur kasar, tampak adanya model gelembung pada batuan zeolit tersebut dan sebagian pun dalam kondisi halus yang mencerminkan zeolit hasil diagenesa.

Akan tetapi, butuh dilakukan penelitian lebih lanjut karena di lapangan juga tampak pada sampel zeolit yang ditemukan memiliki sisipan slate ataupun fragmen lainnya. Keberadaan sisipan ini dapat mengindikasikan bahwa zeolith daerah tersebut juga merupakan zeolit hasil alterasi primer dari larutan hidrotermal. Selain itu juga, kristal – kristal yang tampak pada zeolith merupakan ciri hasil pembentukan zeolit secara primer. Pada pit zeolit, tampak gradasi peralihan antara bentonit dan zeolit pada bagian bawah untuk struktur horizonnya.

Secara petrologi, zeolith merupakan nama kelompok mineral yang terdiri atas Silika Alumina Hidrat dengan Alkali. Strukturnya memiliki rangka tetrahedral yang berbentuk cincin sehingga terdapat rongga yang dapat terisi oleh kation dan air dan dapat menjadi tenpat pertukaran kation. Zeolith memiliki warna kehijauan hingga sedikit putih. Dengan struktur inilah, zeolith dapat digunakan sebagai absropber.

Metode penambangan yang digunakan pada endapan zeolith di Cikembar ini adalah open pit. Para penambang mengambil potongan batuan zeolit secara manual dengan menggali ke bawah dengan besi (palu, pancil) pada ukuran 25 x 45 cm.Kemudian, potongan batuan ini langsung diproses dengan mesin ataupun pahatan manual yang disebut dengan RTM dan RTS pada finishingnya. Batuan zeolith ini diproses menjadi ukuran yang lebih kecil, yaitu 10 x 10 cm sebelum dijual ke pasar lokal.

Atas. Zeolit diambil dari tambang kecil ini dengan kedalaman hingga 10 m ke bawah. Tambang ini dapat dikatakan sebagai open pit mini. Namun, bayangkan bagaimana keselamatan pekerjanya? Antara nyawa dan kebutuhan hidup. Penggunaan mereka dengan alat masih tergolong sederhana dan cukup berbahaya jika tidak berpengalaman dengan semua kegiatan ini.