Showing posts with label Info. Show all posts
Showing posts with label Info. Show all posts

2017-03-17

SOP Penyiapan Sampel Pengamatan

Di Indonesia, penyiapan sampel umumnya dilakukan oleh pihak ketiga yang diminta tolong oleh para mahasiswa. Tak jarang, mahasiswa akhirnya membutuhkan kocek lebih untuk mendanai penelitiannya karena itu. Oleh karena itu, jumlah sampel yang digunakan terbatas dan juga kualitasnya tidak bisa diatur sendiri oleh yang sedang meneliti. Tapi percayalah, kualitas yang dibuat oleh lembaga - lembaga penyedia tersebut semuanya sangat baik, tergantung bagaimana kita memperlakukan sampelnya setelah di tangan kita. 

Melakukan persiapan sampel oleh tangan sendiri memang dirasa tidak mudah apalagi terbayang alatnya seperti apa. Tidak salah juga berpikiran demikian karena saya sendiri juga berpikiran yang sama sebelumnya sampai titik saya harus membuat sampel itu sendiri tanpa bantuan pihak ketiga. Ketika sekolah di Jepang, proses penelitian harus dilakukan sendiri semua oleh yang meneliti dengan mengikuti arahan yang sudah ada untuk masing - masing alat. Aturan yang sama berlaku bagi mahasiswa dari S1 sampai asisten profesor sekalipun. Seluruh pihak yang akan bekerja harus tahu apa yang mereka kerjakan dari yang terkecil dan paling remeh tapi sebenarnya sangat penting untuk menghasilkan data yang baik. 

Berikut tata cara persiapan sampel yang bisa dilakukan jika kamu sedang sekolah di Jepang atau sedang kepikiran untuk membuat alatnya sendiri di Indonesia. 

Cutting
Cutting is one of main processes in the preparing samples. From the big one should be reduced into small part for analysis. The important part from samples, such as sulfides veining or quartz texture, is taken to describe the most representative ones. Cutting process could be divided into bigger diamond saw or small diamond saw one. 
  1. Set diamond saw into the cutter. Ensure the bolts in proper condition. Ensure the diamond saw surface before using it. If it is broken, don’t use it for safety reasons. 
  2. Set water pipe to chill diamond saw when cutting.
  3. Prepare sample and choose the right part that will be analysed.
  4. Run the water flow and cutter. Run cutter by pushing button with foot. 
  5. Put sample in sample holder. Make sure whether sample is moving or not. Try to keep it in stable position.
  6. Move sample holder and cut rock slowly and constantly. Pushing button with foot when cutting continuously. If sample is moving or not stable, the surface will be rough. It implies to polishing process. 
  7. If sample is too big, sample could be cracked by hydraulic pressure.
  8. Cut sample into proper size, about slide glass cover. Cut it slowly and safely. 


Mounted Section
Mounted section is usually to be used to observe faster some ore samples and grain samples. Sulfides samples are well observed with this section. Here are the procedures to do it:


  1. Prepare the samples to be used. In this procedure, grains sample will be used as object. Grains are ruby and sapphire.
  2. Prepare sample holder to mount samples. It consist two parts which can be opened into upper part and bottom part. Both of it should be locked.Clean sample holder with ethanol. Cover sample holder with vaseline to make sample easier removed.
  3. Prepare the mixing resin or epoxy to mount samples. Resin is mixed with hardener with certain composition depend on resin type. It could be 100 ml of resin to 0.5 ml hardener for Epofix. Take digital scale to weigh the glass for resin and hardener mixing. Normalize to zero before weighing resin and hardener. Weigh resin firstly then put hardener based on preferred ratio. Mix fast after putting hardener with plastic stick or toothpick. Rest of epoxy can be stored in refrigerator to keep it in better condition until 3 months or in room temperature for 1 month only. If the frozen one wants to be used again, warm it for short time in hot plate.
  4. Put grains sample into bottom part of sample holder after put epoxy or vaseline. Lock sample holder with upper part.
  5. Put epoxy until 1.0 – 1.2 cm height carefully. If air bubbles are found inside the epoxy, it doesn’t matter as long as lower part in flat surface
  6. Wait for one day or 8 – 12 hours to epoxy get epoxy harden. Heating the samples is not suggested because epoxy colour will change from transparent to yellowish.         
  7. After one night, remove mounted samples from sample holder. Removing can be done by unlocking sample holder and removing sample.
  8. Clean sample before polishing it. 
  9. Polish sample gradually. Polish lower part if it is not flat with coarse grain, #160 or #300. Polish main surface gradually from coarse grain to very fine grain. It is from #160 > #300 > #600 > #800 > #1000 > #2000 > #3000. Polish surface carefully to avoid scratches in minerals, like ruby or sapphire. After polishing in certain grain, wash sample cleanly and carefully. In fine grain, electric cleaner can be used. Check polished surface carefully whether it has been shinny under light source or observe with reflection microscope to get better view of polished minerals part. Try to distinguish natural scratches and made ones. Some minerals have clear natural scratches. Polish edges of mounted sample to reduce sharp parts which can break diamond cover or blanket when polishing with diamond paste.
  10. Polish sample with diamond paste gradually. Clean sample with distilled water carefully or use electric cleaner for 5 – 10 minutes. Diamond polish can be done in two ways. Manual way to be used directly by hand. Second one is using polishing machine. Set polishing machine. Put proper diamond cover before polishing. It could be determine based on what minerals are looked for. It consists to sulfides or silicate cover. Put lubricant inside bottle in the top. Set its rate 1 drop per 30 seconds. Put diamond paste in cover for several drop. Size of diamond paste can be decided from 3 µm to 1 µm. Take 3 µm diamond pastes. Set sample to sample holder to get better height of sample position in machine using double tape. Put sample in the machine by setting it in one of holder and pushing with load. Set speed of machine into 125 or middle speed so sample will not break. Wait for 10 minutes or more to get better polished surface result. After finishing, check again the surface with reflection microscope to identify surface. If it is well polished, remove the sample holder and clean it. 
  11. Clean sample carefully with electric cleaner.
  12. Keep ready mounted sample inside special box. Use diamond pen to put name in the sample and clay to maintain sample position.

2017-03-15

Prinsip Stable Isotope

Salah satu teknik pendekatan yang dapat digunakan oleh para economic geology adalah stabil isotop. Metode ini mungkin terdengar kurang familiar di Indonesia tetapi pada dasarnya metode penyelidikan dengan sistem ini sangat umum digunakan dalam penelitian dan eksplorasi bahan galian dan juga geotermal. Saya sendiri tidak mengetahui apakah ada laboratorium umum di Indonesia yang menyediakan jasa pengukurna isotop stabil ini. Secara umum, banyak pihak yang masih memanfaatkan isotop H, O dan C. Stabil isotop C sangat terkenal dalam pengukuran umur batuan atau dikenal juga dengan Carbon Dating. Sebaliknya isotop H dan O sangat akrab dengan mereka yang mengeksplorasi geotermal dan emas untuk menyelidiki sumber air dalam proses pembentukannya.

Isotop itu adalah atom suatu elemen yang nomor massanya berbeda karena perbedaan jumlah neutron dalam nukleusnya. Akibat jumlah neutron yang berlebihan, kondisi isotop tidak stabil sehingga akan memancarkan radioaktif untuk mencapai titik stabilnya. Akan tetapi, ada beberapa isotop yang bersifat stabil di alam bebas karena memiliki nukleus yang stabil. Pengukuran pada isotop - isotop yang stabil inilah yang digunakan dalam pengukuran stable isotope. Contoh karbon (C) yang memiliki 3 isotop stabil, yaitu 12C (6 proton, 6 elektron dan 6 neutron); 13C (6 proton, 6 elektron dan 7 neutron) dan 14C (6 proton, 6 elektron dan 8 elektron). Kelimpahan masing - masing isotop di alam pun beragam, sehingga dalam contoh karbon, kelimpahan 12C dan 14C yang paling tinggi sehingga paling sering digunakan dalam penyelidikan. 


Pada prinsipnya, isotop stabil yang digunakan hingga saat ini adalah C, O, H, N, S, dan beberapa metal seperti Pb dan Cu yang diukur dengan rasio spektroskopi massa isotop gas (gas isotope-ratio mass spectroscopy). Molekul gas akan diionkan di dalam ion source yang akan mengeluarkan elektron dari tiap molekulnya yang menyebabkan tiap molekul memiliki muatan positif. Molekul inilah yang akan masuk ke flight tube yang bentuknya melengkung dan dipisahkan dengan menggunakan magnet. Molekul dengan massa isotop lebih berat akan lebih melengkung dibandingkan yang lebih ringan. Pada bagian ujung spectorscopy terdapat Faraday collector untuk mengukur intensitas tiap berkasi ion yang memberikan massa setelah terpisahkan. Magnet yang dipasng akan menyebabkan ion terdefeksi dengan radius sebanding dengan proporsei massa terhadap rasio muatan ionnya. Muatan juga akan mempengaruhi radius tetapi pada umumnya nilai ini konstan karena ion sourcenya hanya melajurkan 1 elektron dari kebanyakan molekul. 

Contoh pola dispersi ion pada flight tube mass spectrometer untuk CO2 untuk massa 46 (12C, 16O, 18O), 45(13C, 16O, 16O), dan 44 (12C, 16O, 16O). (source http://www4.nau.edu/cpsil/isotopes.htm)

Proses pengujian isotop stabil ini akan memiliki perbedaan untuk tiap unsur yang akan diuji. Keterdapatan unsur dalam sampel juga akan mempengaruji prosedur uji. Pengujian pada beragam wujud sampel, baik padat, cair dan gas akan berbeda satu dengan lainnya. Pengujian unsur yang terlarut juga akan berbeda dalam tata cara pengujiannya. Contoh di bawah adalah pengujian isotop hidrogen atau deutrium. Hasil pengukuran akan dikalibrasi menggunakan nilai dari material standar yang ditentukan sesuai dengan pengujian isotopnya, misalnya Standard Mean Ocean Water (SMOW) untuk isotop H dan O; Pee Dee Belemnite (PDB) untuk isotop C dan O; N dengan atmospheric air dan Canyon Diablo Meteorite (CDM) untuk pengujian S. Material ini tentunya juga disediakan oleh lembaga - lembaga pengujian tersertifikasi, seperti USGS. Beberapa kampus juga menggunakan standard yang dibuat sendiri oleh kolaborasi akademisi yang juga telah diuji sebelumnya. 

Schematic of a continuous flow isotope-ratio mass spectrometer (CF-IRMS) (modified from Clark and Fritz, 1997).

2017-03-14

Apa saja yang dipelajari oleh Anak Tambang? #3

Masih ada lanjutannya terkait anak tambang kuliahnya apa saja. Pada tahapan persiapan bersama di tahun pertama, bisa dikatakan seluruh mahasiswa hanya akan mendapatkan kuliah - kuliah dasar penunjang nantinya. Nilai dari mata kuliah dasar ini sekaligus akan menjadi pertimbangan bagi pemilihan jurusan sekiranya apabila kuota jurusan tertentu tidak mencukupi untuk menampung jumlah minat mahasiswanya. Beberapa informasi terkait dengan kuliah - kuliah di masa - masa TPB adalah sebagai berikut:

Buku "penuntun" kalkulus di ITB
Kalkulus. Mata kuliah ini bagi anak - anak teknik akan dipelajari 2 kali selama masa TPB atau setiap semesternya. Total sks kalkulus adalah 8 sks sehingga membenci pelajaran ini sangat tidak dianjurkan. Mata kuliah kalkulus (I dan II) adalah mata kuliah matematika lanjutan, bisa dikatakan tidak jauh berbeda dengan matematika dasar. Hanya saja dalam hal ini, pelajarannya akan lebih detail dan masuk kepada aplikasi ilmu ini dalam studi kasus dengan menggunakan runtunan limit, integral, vektor dan diferensial.

Fisika Dasar. Mata kuliah ini juga jadi penunjang untuk kehidupan di jurusan teknik. Mungkin bagi sebagian mahasiswa tidak mengetahui aplikasinya karena kesan dari fisika yang terdengar memusingkan. Akan tetapi, di teknik pertambangan, kuliah ini akan sangat membantu dalam mengerti konsep - konsep dasar keilmuan tambang, seperti geoteknik, mekanika tanah, mekanika fluida dan mekanika batuan. Dosen akan memberikan mata kuliah ini 2 kali selama masa TPB dalam 8 sks (I dan II). 

Buku tambahan untuk Fisika tapi bukan wajib.
Kimia Dasar. Mata kuliah ini menjadi kunci utama atau dasar pegangan bagi anak tambang khususnya eksplorasi, teknik metalurgi dan mereka yang terkait langsung dengan hal berbau kimia. Mineral, batuan semua lahir dari interaksi kimia sehingga kuliah satu ini relevan sekali untuk jadi pegangan. Konsep pikir dan aturan umum hukum kimia bisa menjadi tools kuat untuk mengerti beragam macam interaksi di alam hingga di pabrik. Mata kuliah ini akan mengambil 6 sks selama 2 semester (I dan II). Selama di ITB, buku karangan Pak Hiskia Ahmad-lah yang menjadi pegangan utama bagi para mahasiswa TPB dan sangat mudah dipahami isinya. 

Olahraga. Pasti semua senang dengan mata kuliah ini. Di masa TPB, kuliah ini dilakukan seluruhnya di lapangan mulai dari tes kebugaran dengan lari, olahraga minat di antara pilihan voli, sepakbola, tenis dan basket. Mata kuliah ini sayangnya hanya tersedia 2 sks di semester I untuk Teknik Pertambangan. Tenang saja, dosennya memang lulusan dari jurusan olahraga. 

Salah satu seri buku Bapak Hiskia Achmad.
Tata Tulis Karya Ilmiah. Mata kuliah ini adalah mata kuliah penting. Jangan pernah meremehkan mata kuliah ini meskipun kehadirannya hanya 2 sks. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa tahun pertama sudah diarahkan untuk tahu caranya menulis karya ilmiah atau scientific dengan baik dan benar. Kebiasaan yang baik dibawa melalui mata kuliah ini akan sangat berguna bahkan hingga tamat kuliah atau sudah di dalam dunia kerja. Tulisan merupakan bentuk komunikasi yang penting bagi berbagai pihak selain dari audio sehingga perlu diperhatikan dan apabila memungkinkan untuk dikuasai mahasiswa. 

Konsep Pengembangan Ilmu Pengetahuan (KPIP). Mata kuliah ini sebenarnya lebih mengajak mahasiswa teknik untuk mengenal berbagai macam ilmu pengetahuan baru di sekitarnya. Konsep berpikir teknis dan scientific yang diolah dan diarahkan dalam bentuk tugas berkelompok untuk menyelesaikan sebuah studi kasus. Mahasiswa juga dilatih untuk mempresentasikan seluruh hasil diskusi dan keputusan atas kasus yang diberikan oleh dosen pembimbing. 

Sistem Alam dan Semesta. Mata kuliah ini sebenarnya lebih kurang mirip dengan mata kuliah KPIP yang digunakan oleh dosen untuk memperkenalkan konsep sistem alam semesta. Mata kuliah ini juga akan diakhiri dengan presentasi dan dilakukan dalam 2 sks pada satu semester saja. 

Pengenalan Teknologi Informasi. Mata kuliah ini bisa dikatakan sebagai mata kuliah komputer. Kelasnya dilakukan di comlabs (Laboratorium Komputer) milik ITB dengan didampingi seorang asistan tiap kali praktikum dilakukan. Pada mata kuliah ini sebenarnya lebih mengenalkan kepada mahasiswa kepada dasar - dasar programming seperti C++ yang biasa digunakan untuk beberapa jurusan, seperti Teknik Geofisika. Pembelajaran program juga sebenarnya akan memberikan pilihan dan pemahaman untuk mengembangkan keilmuan yang dipilih, seperti Teknik Pertambangan. Sangat mungkin untuk membuat software atau program dalam menunjang perhitungan yang dibutuhkan selama kuliah, terutama untuk iterasi mekanika fluida. Mata kuliah ini hanya 2 sks, tetapi praktikumnya cukup intensif dibandingkan dengan teori. 

Pemahaman Teks Akademik. Mata kuliah ini sebenarnya adalah mata kuliah Bahasa Inggris yang dibagi ke dalam kelas reading, writing dan presenting. Kebetulan saya waktu itu mendapatkan kelas reading yang sesuai dengan judulnya. Mahasiswa akan lebih banyak diberikan bahan bacaan dan kembali lagi untuk mengerti apa yang dibaca dengan jelas. Saya tidak tahu dasar pembagian kelas yang dilakukan, tetapi memang pasti kelas reading lebih banyak penghuninya. Kelas ini juga mengambil 2 sks. 

Selanjutnya di tingkat 2 atau semester 3 dan 4, mahasiswa umumnya akan mengambil mata kuliah non-tambang wajib yang terdiri dari beberapa mata kuliah sosial dan sains dari jurusan lainnya. 
Agama dan Etika. Pada dasarnya, mata kuliah 2 sks ini mirip dengan kelas pelajaran agama umumnya yang diberikan langsung oleh pemuka agama masing - masing. Tidak ada keharusan bagi mahasiswa untuk mengambil mata kuliah agama dan etika sesuai dengan keyakinan yang dianut. Oleh karenanya, mahasiswa bebas untuk mengambil kelas agama dan etika yang diinginkan. Penting terkadang untuk diingatkan soal agama dan etika bagi yang muda - muda karena ini adalah pegangan utama. 

Pancasila dan Kewarganegaraan. Kelas ini juga wajib untuk seluruh mahasiswa dengan jumlah 2 sks. Bisa dikatakan melalui kelas ini, mahasiswa akan diajarkan tentang Indonesia seutuhnya dan pandangan konstitusi yang dimiliki. Layaknya kelas kewarganegaraan lainnya, kelas lebih banyak diisi dengan diskusi dan tanya jawab sehingga memancing daya kritis mahasiswa terhadap isu - isu nasional, antara lain dalam bidang sosial, politik, hukum dan keamanan yang terjadi di Indonesia. 

Statistika Dasar. Kuliah ini diberikan oleh pihak jurusan Matematika. Dalam kelas ini, mahasiswa teknik pertambangan sangat membutuhkannya dalam mengelola data real di lapangan, baik untuk hasil produksi, cycle time, keekonomian dan lainnya yang akan menunjang efisiensi aktivitas pertambangan. Tampaknya tidak dibutuhkan, tetapi kelas ini bisa dikatakan sebagai salah satu kunci dasar dalam keilmuan untuk mendeskripsikan kondisi tambang dalam bentuk angka yang lebih dipahami oleh banyak pihak, terutama departemen keuangan tambang. 

2017-03-13

#1 Mendala Metalogenik Batubara Indonesia

Setelah bicara genesa batubara sebelumnya, sekarang beberapa hal rinci soal mendala metalogenik batubara. Mendala metalogenik atau geological province adalah sebaran sumberdaya, baik batubara dan mineral berdasarkan kondisi geologinya di suatu area. Sebaran geologi sendiri tidak dapat dikontrol dengan keberadaan batas administrasi atau provinsi administrasi pada umumnya. Melalui postingan selanjutnya ini, saya akan memberikan gambaran ulang sebaran batubara di Indonesia dan masing - masing cekungan maupun formasi pembawa batubaranya. 
Regional Geology Indonesia (Darman, 2000)
Kepulauan Indonesia terletak pada perpanjangan lempeng Eurasia di bagian tenggara, dibatasi di sebelah selatan dan barat oleh lempeng Indo-Australia (Samudera Hindia), dan di sebelah timur oleh laut Filipina dan lempeng Pasifik. Tepi lempeng yang saling bertabrakan membentuk zona subduksi yang menghasilkan busur vulkanik dan struktur obliq. Secara umum, fisiografi Kepulauan Indonesia terdiri dari Paparan Sunda (Sunda Shelf) dan Paparan Sahul (Sahul ShelfI) yang memanjang dari ke arah barat dan timur. Secara geologis, kedua paparan ini dipisahkan oleh kompleks cekungan laut dalam dan busur kepulauan (island arc). Paparan Sahul merupakan bagian dari lempeng benua Australia yang meliputi sebagian Papua Barat, Laut Arafuru dan selatan Laut Timor. Paparan Sunda merupakan bagian dari lempeng benua Eurasia yang terjdiri dari Semenanjung Malaka, sebagaian besar Sumatera, Jawa, Kalimantan, sebagaian besar Laut Jawa dan bagian selatan Laut Cina Selatan.

Daerah paparan terdiri dari sedimen pra-tersier, batuan beku dan batuan metamorf yang stabil sejak masa tersier. Bagian tepi merupakan bagian yang tidak stabil karena merupakan jalur penujaman. Akibatnya, terbentuk jalur gunung api tersier yang disertai adanya gerakan subsidence. Daerah pembentukan ini dikenal sebagai volcanic inner arc dan non-volcanic outer arc. Busur vulkanik terbentang di sepanjang Sumatera, Jawa, timur Pulau Bali, Lombok, Sumbawa, Flores dan pulau kecil di sekitar Laut Banda timur dan timur laut. Busur non vulkanik luar terbentang di bagian barat Pulau Sumatera, punggung bawah Laut Selatan Jawa, termasuk pulau non vulkanik di Timor, Tanimbar, Kai dan Seram. Bagian barat Indonesia merupakan daerah utama pengendapan sedimen tersier, sedangkan bagian timur merupakan pusat pengendapan pada waktu akhir Paleozoikum dan Mesozoikum. 
Ilustrasi penampang back-arc basin di Pulau Sumatera (source: berbagai sumber)
Penujaman lempeng telah menghasilkan busur kepulauan dengan cekungan sedimen, sebagai berikut (dari daratan benua ke arah luar) 
  1. Daratan benua yang stabil secara tektonik selama tersier.
  2. Cekungan muka daratan (foreland basins)
  3. Busur dalam yang bergunung api (volcanic inner arc)
  4. Pendalaman antar busur (inter-arc deep)
  5. Busur kepulauan luar tanpa gunung-api (non-volcanic auter arc)
  6. Palung (trench)

Susunan ini dapat ditemui di Indonesia bagian barat, antara lain dari Sumatera sampai Bali dengan daratan Sunda merupakan bagian daratan benua. Namun, menjadi tidak jelas mulai Lombok hingga Sumbawa karena di utara tidak terdapat daratan benua. Hal ini dimungkinkan terjadi pada zaman pertengahan Miosen, sistem busur ini melingkar ke utara lengan selatan dan barat Sulawesi yang merupakan busur dalam bergunung api dari Kalimantan timur yang kemudian merenggang dan memisahkan diri karena pembentukan dan pemekaran samudera di Selat Makassar.

Di Indonesia bagian timur, dataran Sahul/Arafura merupakan bagian dari lempeng Australia. Di bagian barat, dataran sahul dibatasi oleh jalur penujaman busur Banda dengan lempeng benua menujam ke bawah lempeng samudera Laut Banda. Hal yang sama terjadi di sebelah utara, yaitu jalur penujaman Papua Barat bagian utara, yaitu lempeng Samudera Pasifik menujam ke bawah dan berpapasan dengan kerak benua Papua Barat (jalur patahan Sorong). Lempeng benua Australia mempunyai suatu tonjolan ke arah barat laut, yang dinamakan paparan Doberai (Vogelkop) atau paparan Ayamaru yang di pinggirannya terbentuk cekungan Tersier. 

2017-03-12

Apa saja kuliah mahasiswa Tambang? #2

Lokasi bekas tambang Spanyol, tempat luzonite ditemukan
Luzon, Filipina
Setelah bicara mengapa jurusan teknik pertambangan dan apa saja yang jadi kuliah dipelajari di teknik pertambagan (ITB dalam hal ini), saya akan jelaskan sedikit beberapa bagian dari mata kuliah tambang yang ada. Penting mungkin beberapa nama mata kuliah sedikit membingungkan namanya. Sebagai gambaran dari beberapa kuliah yang ada di teknik pertambangan saat ini dan masih relevan untuk referensi. Bisa juga jadi bagian dari perencanaan untuk ancang - ancang bagi yang memilih jurusan teknik pertambangan:
  1. Sistem Penambangan. Mata kuliah ini mengenalkan macam - macam sistem atau metode penambangan yang dilakukan. Masyarakat mungkin familiar dengan open pit seperti di Sumbawa milik PT Amman Mineral Resources, grasberg milik PT Freeport Indonesia, sangatta milik PT Kaltim Prima Coal dan sebagainya. Ada juga beberapa tambang yang dilakukan di bawah permukaan, seperti di Pongkor milik PT Aneka Tambang dan juga tambang emas milik PT Nusa Halmahera Minerals. Melalui kuliah ini, mahasiswa diharapkan tahu berbagai macam metode penambangan yang dapat diaplikasikan untuk mendapatkan suatu produk.
  2. Genesa Bahan Galian. Mata kuliah ini mengenalkan seperti apa macam - macam jenis endapan tambang. Kebanyakan orang hanya tahu barang tambang sebagai produk, misalnya emas, tambaga, perak dan sebagainya. Akan tetapi, sedikit yang tahu bahwa produk - produk tersebut berasal dari berbagai macam endapan yang berefek kepada sistem penambangan dan nilai keekonomiannya. Sebagai contoh produk "emas" berasal dari berbagai macam endapan, seperti epithermal, orogenik, porfiri dan lainnya. Satu dengan lainnya sangatlah berbeda dari cara pembentukannya, penambangan dan biaya produksinya. 
  3. Metode Perhitungan Cadangan. Mata kuliah ini akan mengajarkan cara atau metode perhitungan yang digunakan untuk bahan galian yang ada di bawah tanah. Memang benar nantinya kita akan sangat terbantu dengan menggunakan software tertentu selama prosesnya dan bahkan dalam pekerjaan. Akan tetapi, dalam kuliah ini akan diajarkan prinsip - prinsip dasar yang perlu diketahui dan metode matematis dibalik perhitungan yang digunakan oleh software. Kuliah ini akan dilanjutkan dalam keilmuan praktisnya di mata kuliah Pemodelan Sumberdaya dan Evaluasi Cadangan yang mendorong mahasiswa untuk mengaplikasikan seluruh pengetahuan geologi yang dimilikinya untuk memodelkan data geologi menjadi bentuk 3 dimensi yang memiliki volume (m3) dan dapat dikonversi jadi berat (ton).
  4. Geostatistik. Mata kuliah ini sebenarnya mata kuliah statistik, tetapi untuk pendekatan geologi. Sama halnya dengan metode perhitungan cadangan, kelas ini juga akan menggunakan software dan pada dasarnya dalam pekerjaan pun demikian. Akan tetapi, dalam kuliah ini akan diajarkan juga prinsip - prinsip penting dalam statistik terkait dengan geologi dan tambang. Kuliah ini sangat penting dalam menentukan penyebaran kadar suatu bahan galian di area tertentu. Sifat endapan tambang sangatlah tidak menentu. Tidak ada yang bisa memastikan suatu bentuk, seperti kotak, oval dan lain - lain karena sebaran kadarnya berbeda. 
  5. Ekonomi Mineral. Mata kuliah ini akan mempelajari prinsip - prinsip keekonomian dari sebuah proyek tambang. Secara akutansi mungkin tampak sama, tapi bagi proyek tambang tidak semudah dibayangkan karena proyek tambang adalah proyek jangka panjang yang butuh lebih dari 15 tahun untuk bisa dikatakan balik modal dari waktu eksplorasi sampai penambangan berjalan. Semua ini juga bergantung dengan harga produk yang dijual di pasar komoditas global. 
  6. Lingkungan Tambang. Mata kuliah ini mempelajari seperti apa penanganan lingkungan di lokasi tambang yang beroperasi. Lingkungan selalu menjadi isu utama dalam menolak kehadiran tambang karena kebanyakan pelaku industri tambang juga melakukan penanganan yang kurang baik. Mungkin hal ini disebabkan oleh penanganan lingkungan membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan dipicu juga oleh alasan - alasan lainnya. Akan tetapi, jelas, tidak semua tambang melakukan "kejahatan lingkungan" seperti yang dituduhkan banyak pihak. 
  7. K3 dan Hukum Perburuhan. K3 itu adalah kesehatan dan keselamatan kerja yang sangat penting bagi kegiatan tambang secara umum. Area penambangan termasuk ke dalam are yang sangat berbahaya sehingga dibutuhkan penanganan keamanan yang sangat signifikan. 
  8. Perencanaan Tambang. Ini adalah kuliah inti yang merangkul seluruh kuliah lain dalam satu bentuk studi kasus. Dalam perencanaan tambang, mahasiswa akan diberikan kesempatan untuk merencanakan kegiatan penambangan yang ada terhadap badan bijih yang sudah dimodelkan sebelumnya sehingga fokus mahasiswa hanya membuat perencanaan tambang yang baik dengan memperhatikan aspek - aspek keilmuan tambang lain secara komprehensif, seperti geoteknik, hidrologi, pemilihan alat dan pemindahan material. Seluruhnya adalah bagian yang tak terpisahkan agar dapat menciptakan suatu perencanaan tambang yang sistematik dan ekonomis. Tentunya, mahasiswa hanya akan diberikan tugas perencanaan yang tidak terlalu kompleks di tahapan awal dan dilakukan secara berkelompok. 
  9. Geoteknik Tambang. Mata kuliah ini bisa dikatakan mata kuliah yang penting bagi anak tambang, sebagai pegangan saat di lapangan. Geoteknik adalah ilmu untuk mengukur dan mendesain lereng ataupun bukaan pada struktur batuan agar tetap dalam kondisi stabil. Pekerjaan tambang, terutama di bawah permukaan maupun di permukaan seperti open pit membutuhkan kondisi lereng dan bukaan yang stabil untuk menjaga aktivitas pertambangan berlangsung aman atau tidak terjadi ambrukan (bawah tanah) dan longsor (permukaan)
    Udachny diamond mine, Russia, open pit ke-4 terdalam di dunia.
    . Bukaan atas permukaan misalnya open pit bisa mencapai 700-800 m dari permukaan awal sehingga dipastikan butuh rekayasa kekuatan batuan untuk menyanggahnya melalui pemahaman geoteknik ini. 

Ikatan Alumni Tambang: Manfaat dan Harapan

Kata orang  alumni tambang itu tidak semudah yang dibayangkan dengan tulisan ini. Namanya almamater pasti melekat seumur hidup bagi seseorang. Ini juga yang akan jadi tanggung jawab ke depannya, kapan pun, dimana pun, seperti apa pun keadaan. Menurut perspektif saya, peran alumni sebenarnya sangat penting, namun tergantung pengemasan suatu hal yang penting ini menjadi terealisasi dengan baik pada tahapan implementasi. Kebanyakan alumni muda merasa pasti mampu melangkah sendiri atau setidaknya percaya mereka bisa. Tidak salah juga pendapat yang mengatakan hal demikian. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa alumni akan membantu karir kita. Ini juga tidak salah. Semua orang memiliki pengalaman masing – masing terkait dengan interaksi alumni. 

Ikatan alumni merupakan bagian tak terpisahkan dalam memilih kampus saat menentukan sekolah yang akan diambil. Meskipun pada akhirnya masing – masing orang akan memiliki pengalaman berbeda terkait dengan alumni. Alumni bisa dikatakan sebagai jalan masuk awal untuk mengenal seperti apa kehidupan setelah lulus. Melalui kisah, pengalaman dan pengetahuan yang telah mereka alami sebelumnya, alumni muda dapat belajar banyak dan mempersiapkan diri dengan baik setelah lulus. Jalan masuk bukan berarti menjadi “penjilat” pada alumni untuk mencari jalan. Mengenal alumni adalah jalan masuk yang efektif untuk mengenal dunia selepas kuliah yang pilihannya sangat beragam. Lebih baik memiliki persiapan untuk menghadapi perperangan dibandingkan dengan datang dengan tangan kosong yang penuh semangat. Kenali dirimu, kenali musuhmu dan kenali medan perangmu. 

Ikatan alumni di industri pertambangan juga memiliki peranan yang penting bagi para alumninya sendiri dan almamater itu sendiri. Peran alumni idelanya sangat dibutuhkan untuk memberikan sharing, mentoring dan empowering. Peran ini sebenarnya bersifat sukarela dan bisa dikatakan sebagai bentuk tanggung jawab moral tersendiri yang sama sekali tidak ada kewajiban tersendiri. Para alumni telah mengalami langsung yang terjadi di lapangan, universitas, lembaga penelitian, perpolitikan Indonesia dan sebagainya. Pengalaman inilah yang menjadii tools paling baik yang dapat disampaikan kepada calon – calon alumni di bawahnya. Dengan cara penyampaian yang baik dan pesan yang ditangkap dengan baik pula akan menjadikan pengalaman ini sebuah senjata, sebuah persiapan untuk yang mendengar dan pelajaran berharga untuk yang mengalami. Seringkali pengalaman ini tidak dibagi oleh para alumni dengan berbagai alasan. Di sisi lainnya, calon alumni pun seringkali tidak membuka ruang bagi diri mereka untuk menerima pengalaman – pengalaman tersebut. Ada sesuatu yang menjadi ruang berjarak di antara alumni dan mahasiswa. Inilah yang harus diperhatikan ke depannya. Pesan yang akan dipegang, baik yang telah alumni maupun yang akan menjadi alumni. 

Pengalaman sekecil apapun merupakan hal berharga yang tetap akan bisa menjadi pelajaran atau persiapan bagi calon alumni atau yang belum mengalami pengalaman tersebut. Pengalaman baik menjadi persiapan untuk lebih baik. Pengalaman buruk untuk dihindari dan tidak untuk diulangi. Program mentoring juga penting bagi calon – calon alumni dan alumni muda dalam menapaki karir yang dipilih di bidangnya. Model ini mungkin tidak menyenangkan bagi beberapa pihak karena dalam program mentoring ada kedekatan dan keterbukaan yang harus dibangun. Pastinya tidak dengan semua orang, pengalaman yang dijalani atau informasi penting dapat dibagi, ada beberapa hal yang akan jadi pertimbangan sebelumnya. Pihak yang memberikan mentoring dan dimentoringkan harus ada ikatan kepercayaan dan saling menghargai sebagai kunci keberhasilan program tersebut. 

Lalu empowering yang menjadi bagian terakhir untuk saling menguatkan dalam satu keluarga besar alumni tambang. Berada di lingkungan kerja yang “kejam” (katanya) dapat dilalui jika ada kerjasama unggul yang baik di antara alumni satu almamater dan almamater lainnya. Dengan demikian, ikatan alumni bisa berkontribusi nyata inside maupun outside bagi industri pertambangan yang lebih baik. Saling bekerja sama dan membantu satu dengan yang lain dalam mengejar hasil terbaik dari proses penambangan itu sendiri, seperti produksi pertama, produktivitas meningkat, efisiensi dan sebagainya, hingga kebijakan pertambangan yang komprehensif. 

2017-03-10

Apa saja kuliah mahasiswa Tambang?


Masih dalam rangka memberikan gambaran untuk kawan - kawan SMA yang sedang dan akan berjuang di SNMPTN dan memilih jurusan sekolah yang paling cocok, saya akan memberikan informasi lanjutan tentang teknik pertambangan itu sendiri. Semacam promosi bisa dikatakan demikian. Sebagai alumni salah satu institut di Indonesia, maka saya akan memberikan gambaran sesuai apa yang saya pernah jalani di ITB karena sistemnya yang paling saya pahami hingga saat ini. 

Baiklah setelah tahu setidaknya ada 8 alasan masuk jurusan pertambangan, saya akan memberikan gambaran apa saja kuliahnya di Teknik Pertambangan sendiri. Kunci utamanya di tambang adalah "tambah, kali, kurang, bagi (+, x, -, :)" seperti itulah apa adanya gambaran dari pekerjaan ini dapat disederhanakan dalam bahasa yang paling sederhana pula. Sekolah tambang adalah salah satu dari jurusan teknik di seluruh Indonesia yang sebenarnya paling menyenangkan, tetapi tergantung definisi senang itu sendiri ke masing - masing yang membaca. Semakin hari semakin banyak universitas ataupun SMK yang membuka jurusan ini untuk mendukung kebutuhan SDM-nya di industri ini. Sekarang saja, setidaknya ada 32 sekolah dengan jurusan Teknik Pertambangan yang saya ketahui, belum dengan yang saya lewatkan. 

Kurikulum 2008 di teknik pertambangan (at least sampai zaman saya sekolah), itu ada 144 sks yang bisa dibagi menjadi sekitar 56 macam mata kuliah baik wajib maupun pilihan, sudah termasuk 5 sks untuk tugas akhir atau skripsi. Terdengar banyak, tidak juga sebenarnya karena sekitar 144 sks ini bisa diselesaikan normalnya dalam 4 tahun atau selama 8 semester. Artinya per semester hanya mengambil 18 sks saja. Tidak banyak bukan? Total maksimum pendidikan tambang di kampus saya hanya 12 semester atau 6 tahun sesuai dengan aturan umum kampus. Lebih dari itu, mahasiswa terpaksa harus keluar dari kampus, baik "memindahkan diri" atau mengundurkan diri dan melanjutkan ke sekolah lain atau harus "drop out".

Pada saat SNMPTN, calon mahasiswa hanya akan memilih fakultas dimana jurusan yang diminati bernaung. Maka kalau berminat dengan tambang, pilihlah FTTM (Fakultas Teknologi Pertambangan dan Perminyakan), sama halnya dengan kampus - kampus lain juga. Setelah diterima di fakultas masing - masing, mahasiswa akan berkuliah bersama untuk 36 sks mata kuliah umum sembari mendapatkan kesempatan untuk memilih jurusan yang diminati di dalam fakultas tersebut. Di kampus ITB, FTTM memiliki 3 jurusan lain, selain Teknik Pertambangan (121), yaitu Teknik Perminyakan (122), Teknik Metalurgi (125) dan Teknik Geofisika (123) yang juga bisa menjadi pilihan. Dari total 144 sks minimum yang diwajibkan maka dapat dibagi menjadi 36 sks kuliah TPB, 12 sks mata kuliah pilihan non tambang dan tambang, 5 sks skripsi atau tugas akhir dan 91 sks kuliah wajib terkait dengan tambang. Jelas kuliah non tambang adalah jumlah minimum, jika berminat lebih pasti diizinkan selama masa kuliah masih cukup dan bisa mengikuti kelas tersebut.

Teknik Pertambangan ITB pun masih memiliki pembagian yang bisa disebut semi pembagian karena beberapa sks saja perbedaan yang terasa sekarang, berbeda dengan tahun - tahun sebelumnya, yaitu ada Eksplorasi dan Tambang Umum. Posisi Tambang Umum pasti lebih familiar dan mirip dengan sekolah - sekolah lain dengan tambang karena memang sub-jurusan ini mempelajari semua hal terkait dengan penambangan secara teknis. Berbeda halnya dengan sub-jurusan eksplorasi yang mempelajari bidang yang lebih mirip dengan sebagian dengan geologi dan sebagian lagi tambang. Sub-jurusan ini semacam jembatan penghubung antara orang tambang dan geologi. Di beberapa perusahaan tambang asing, bidang ini diakui, tetapi di nasional agak sulit menempatkannya. Akan tetapi, kenyataannya saat bekerja kualifikasinya sama saja dan tidak ada yang berkurang sedikit pun kemampuannya.

Tahun pertama, semua mahasiswa wajib kuliah bersama satu fakultas atau dinamakan Tahap Persiapan Bersama (TPB). Sistem ini dimulai sejak tahun 2007 setelah sebelumnya pada SNMPTN mahasiswa langsung memilih jurusan yang dikhendakinya. Asiknya sistem ini, setelah satu tahun mahasiswa dapat berubah pikiran setelah mengetahui bakat dan minat yang sesuai untuk dirinya. Akan tetapi, pilihan jurusan yang masih bisa diambil tetaplah di dalam satu fakultas tersebut meskipun ada kuota untuk masing - masing jurusan yang dapat ditampung.

Mahasiswa di TPB akan belajar kurang lebih mata kuliah berikut: (masing - masing sks dari 2-4 sks per mata kuliah).
  1. Kalkulus
  2. Fisika Dasar
  3. Kimia Dasar
  4. Konsep Pengembangan Ilmu Pengetahuan
  5. Olah Raga
  6. Tata Tulis Karya Ilmiah
  7. Sistem Alam dan Semesta
  8. Pengenalan Teknologi Infromasi
  9. Pemahaman Teks Akademik
Selasar Teknik Pertambangan ITB, 2010
Apabila belum lulus di mata kuliah yang ada di TPB, masih diberikan kesempatan 1 tahun lagi mengulang mata kuliah yang belum lulu tersebut di tingkat 2 atau setelah di jurusan yang dipilih, dalam hal ini tambang ya. Sulit atau tidak untuk lulus TPB kembali lagi ke niat masing - masing. Nilai D adalah nilai minimal untuk lolos pada zaman saya sekolah sekitar 8 tahun lalu. 

Setelah masa - masa TPB, maka datanglah masa - masa jurusan tambang itu sendiri. Seluruh kuliah terkait tambang dibagi perlahan tahapannya mulai dari perkenalan hingga advanced. Alasannya supaya saat mengambil mata kuliah lanjutan, si mahasiswa mengerti apa yang akan dipelajari atau istilahnya mata kuliah perquisite. Selain itu, kuliah yang diberikan di awal - awal tidak semuanya dari jurusan teknik pertambangan, tetapi akan digabung dengan beberapa kuliah dari dosen di jurusan lain sebagai pendukung, misalnya dari Teknik Geologi, Matematika, Teknik Mesin dan sebagainya. Pada awal kuliah tambang atau tingkat 2 atau semester 3-4, mahasiswa akan diberikan mata kuliah berikut:
  1. Matriks dan Ruang Vektor
  2. Mekanika Fluid dan Hidrologi
  3. Mekanika Tanah
  4. Mekanik Teknik
  5. Surveying dan Pemetaan 
  6. Statistika Dasar
  7. Metode Numerik
  8. Kristal dan Mineral 
  9. Geologi Dasar
  10. Sistem Penambangan
  11. Tektonofisik
  12. Peralatan Tambang dan Penangan Material
  13. Petrologi
  14. Agama dan Etika
  15. Pancasila dan Kewarganegaraan
Setidaknya itu adalah mata kuliah yang wajib dan ada yang bisa diambil di semester lain, seperti Agama dan Etika, serta Pancasila dan Kewarganegaraan, plus mata kuliah tambahan di luar tambang jika diinginkan. Sisanya adalah mata kuliah perquisite yang harus diambil dan diselesaikan sebelum bisa mengambil mata kuliah lanjutan yang ada di semester 5, 6, 7 dan 8. Pada semester - semester ini siap - siap tahu apa isi tambang lebih dalam lagi. Beberapa mata kuliah berikut pasti akan ditemui di teknik pertambangan, khususnya mereka yang memilih sub-jurusan eksplorasi. Jumlah sksnya pun beragam dari 2 - 4 sks. Berikut mata kuliah yang menjadi kelasnya anak - anak tambang, baik eksplorasi maupun tambang umum:
  1. Geologi Struktur
  2. Genesa Bahan Galian
  3. Metode Perhitungan Cadangan
  4. Geostatistik
  5. Mekanika Batuan
  6. Analisis Investasi Tambang
  7. Pengolahan Bahan Galian
  8. Pemodelan Sumberdaya dan Evaluasi Cadangan
  9. Geoteknik Tambang
  10. Valuasi Tambang
  11. Ekonomi Mineral
  12. Lingkungan Tambang
  13. K3 dan Hukum Perburuhan
  14. Perencanaan Tambang 
Mata kuliah di atas wajib untuk seluruh sub-jurusan di teknik pertambangan saat ini. Lalu bagi eksplorasi akan ditambah dengan beberapa mata kuliah berikut:
  1. Teknik Eksplorasi (2)
  2. Eksplorasi Geokimia dan Analisis Bijih (2)
  3. Pemetaan Eksplorasi (2)
  4. Eksplorasi Geofisika Cebakan Mineral (6)
  5. Manajemen Eksplorasi (3)
  6. Genesa dan Eksplorasi Batubara (3)
  7. Mineragrafi (3)
Kalau sekarang, jumlah sks untuk sub-jurusan eksplorasi sudah berkurang banyak, hanya sekitar 12-14 sks saja yang tersisa untuk sub-jurusan eksplorasi. Harapannya, lulusannya tidak bingung dimana dia ditempatkan. Akan tetapi, pada dasarnya seperti apapun backgroundnnya, ini akan jadi pegangan tapi tidak semua persoalan dalam pekerjaan akan ada di dalam text book kita. Namun, kita memiliki ilmu ini untuk jadi jawaban dasar yang bisa dimiliki untuk menyelesaikan soal di lapangan.

Dengan beragam kuliah di atas, pasti semakin tertantang masuk Teknik Pertambangan kan?

2017-02-16

Konsep Tabling

Pemisahan mineral ekonomis dan pengotornya dapat dilakukan dengan memanfaatkan perbedaan sifat fisik antara material ekonomis dan pengotornya. Salah satu sifat fisik yang dapat digunakan untuk memisahkan mineral tersebut adalah perbedaan densitas. Akibat adanya pengaruh atau konsentrasi gravitasi, material-material dengan densitas yang besar akan mengendap dan memisah dari material-material dengan densitas yang lebih ringan.

Konsep shaking table
Shaking Table adalah alat yang umumnya digunakan untuk memperoleh konsentrat emas bersih. Alat ini terdiri dari sebuah dek dengan alat-alat dukungan yang dapat divariasikan. Pada shaking table untuk operasi normal, ukuran feed yang digunakan adalah 3 mm hingga 100 mikron. Sebuah motor ditempatkan di satu sisi drive lengan kecil yang mengguncang meja sepanjang sisinya. Prinsip kerja shaking table adalah perbedaan densitas yang diikuti pergerakan partikel di dalam fluida yang dibantu dengan gaya dorong air (flowing film concentration) dan efek gaya sentak dari head motion.

Bervariasi yang tersedia di pasar dan produsen masing-masing memiliki khusus sesuai dengan penggunaannya. Table berosilasi horizontal dan konsentratnya partikel berat karena perbedaan inersia diciptakan oleh gerak dingin reciprocating dari dek miring dari meja. Partikel kasar akan membutuhkan stroke panjang pada kecepatan lebih rendah dan partikel halus perlu stroke lebih pendek pada kecepatan lebih cepat.

Variabel - variabel dari shaking table dapat dibagi menjadi:
Design Variable
  1. Table shape
  2. Table surface material
  3. Shape of riffle
  4. Pattern of riffle
  5. Acceleration dan decceleration
  6. Feed Presentasion
Running Speed
  1. Motor speed
  2. Pulley Speed
Stroke
  1. Toggle
  2. Vibrator setting
Operating Controls
  1. Table tilt
  2. Pulp density of feed
  3. Wash water
  4. Position of product splitter
Sluice box merupakan suatu alat konsentrasi mineral bijih yang berdasarkan atas specific gravity. Dalam proses ini mineral mempunyai specific gravity tinggi akan mengendap yang nantinya akan diambil sebagai konsentrat sedang mineral yang ringan akan ikut terbawa aliran air sebagai tailing. Alat sluice box berupa lounder dengan ukuran panjang 8-12 meter, lebar 1 meter dengan feed 10%-20%. Mekanisme pemisahan yang terjadi di dalam sluice box sebagai berikut: 
  1. Feed yang sudah terliberasi sempurna seperti emas, timah, pasir besi dimasukkan ke dalam sluice box. 
  2. Partikel-partikel yang berukuran besar dipisahkan terlebih dahulu. 
  3. Bila pada ujung alat sudah terdapat mineral berat berarti alat sudah jenuh maka pada alat lounder tersebut dibersihkan (cleaning), yaitu dengan mengalirkan air pembersih (wash water) dan akan terjadi pemisahan antara partikel berat dari partikel ringan. 
  4. Partikel berat akan tertinggal pada bagian belakang bawah riffle atau akan menempel pada karpet sebagai konsentrat. Dalam pengambilan mineral yang menempel pada karpet maka karpet tersebut biasanya dibakar.

Konsep Magnetic Separator

Magnetic separator bekerja dengan memanfaatkan pengaruh medan magnet pada bijih yang akan dipisahkan. Dengan memanfaatkan sifat kemagnetan saja disebut sebagai magnetic separator. Berdasarkan sifat kemagnetannya, material dibagi menjadi tiga kategori, yaitu ferromagnetic, paramagnetic, dan diamagnetic. Ferromagnetic merupakan material yang memiliki sifat kemagnetan kuat atau dapat dipengaruhi kuat medan magnet. Paramagnetic merupakan material yang dipengaruhi oleh lemah medan magnet atau memiliki sifat kemagnetan lemah. Diamagnetic adalah material yang tidak memiliki sifat kemagnetan atau tidak dipengaruhi magnet sama sekali. Unsur yang termasuk ferromagnetik adalah Fe dalam hematite. Mineral yang termasuk paramagnetik adalah magnetite. Mineral yang termasuk diamagnetik adalah ilmenite. 

Alat magnetic separator terdiri dari  dua macam, yaitu:
  1. Low Intensity Magnetic Separtor
  2. High Intensity Magnetic Separator.
Dalam menentukan pemakaian jenis alat pemisahan tersebut harus diketahui jenis dan kekuatan magnet dari bahan galian (mineral). Reaksi ini dapat diukur berdasarkan dari jenis kemagnetan yang telah disebutkan sebelumnya.  Partikel yang tertarik ke medan magnet disebut partikel magnetik. Partikel magnetik dibagi menjadi dua, yaitu partikel magnet kuat, seperti besi dan magnetite, dan partikel magnetik lemah, seperti rutile, ilmenite, dan kromit.

Partikel magnet yang kuat (feromagnetic) dapat dengan mudah dipisahkan dengan pemisah yang memiliki intensitas rendah medan magnet 400-600 Gauss. Partikel magnet yang lemah (paramagnetic) memerlukan intensitas medan magnet yang lebih tinggi untuk memisahkan mereka, biasanya mulai dari 6.000 hingga 20.000 Gauss. Perbedaan intensitas ini menyebabkan ada dua tipe alat magnetic separator, yaitu low intensity dan high intensity magnetic separator. 

Mekanisme kerja dari magnetic separator bekerja berdasarkan gaya – gaya yang bekerja saat pemisahan berlangsung. Gaya – gaya tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Gaya magnet. Gaya magnetik pada partikel kecil dalam percobaan terkadang sulit untuk dianalisis. Fenomena ini dapat dibayangkan sebagai titik dipole magnet dikelilingi oleh massa partikel. Gaya magnetik dari suatu partikel bergantung dari kuat medan magnet yang diberikan dan gradien medan magnet yang diinduksikan.
  2. Gaya gravitasi, sentrifugal, friksi dan gaya inersial. Gaya gravitasi dari partikel berbentuk bola dengan densitas. Pada alat pemisah kering (dry magnetic separator) yang memisahkan partikel relatif besar, maka gaya magnetik harus cukup untuk menahan partikel terhadap competing force gravity. Dalam pemisah basah (wet magnetic separator) dari partikel kecil, gaya magnetik harus lebih besar dari gaya gesek partikel.
  3. Gaya attractive atau repulsive interpartikel. Gaya-gaya yang bekerja ini didasari oleh keadaan dari feed dan karakteristik dari separator itu sendiri.
Konsep pemisahan magnetik
Kinerja dari gaya – gaya ini juga dipengaruhi oleh karakteristik lain atau faktor – faktor pemisah lainnya. Faktor – faktor tersebut, antara lain sifat fisik feed dan peralatan yang digunakan. 

2017-02-15

Konsep Flotasi

Secara garis besar, flotasi merupakan proses pemisahan suatu zat yang ada di dalam zat cair (fluida) maupun gas dengan prinsip pengapungan. Dimana zat yang akan dihilangkan berada di atas (hidrofobik), sedangkan fluidanya berada di bawah (hidrofilik). Proses flotasi merupakan proses yang bergantung sifat adhesi mineral tertentu terhadap udara (hidrofob) dan terhadap air (hidrofil). Dalam membantu proses flotasi dengan mengubah sifat-sifat permukaan partikel mineral perlu ditambahkan zat-zat kimia berupa reagent. 

Ada tiga reagent utama yang digunakan dalam proses flotasi, yaitu :
  1. Collector. Collector adalah bahan yang dapat menyebabkan partikel mineral hidrofilik menjadi hidrofob, yaitu dengan cara melapisi permukaan polar dari partikel mineral dengan reagent sehingga pada bagian luar dari mineral terjadi reaksi kimia yang membentuk lapisan non polar yang mudah menarik udara. Akibatnya, mineral akan mudah menempel pada gelembung udara. Contoh kolektor untuk mineral sulfida yang umum digunakan adalah Xanthate dan Dithiophosphate, serta untuk mineral non sulfida adalah Fatty acid jenuh dan tidak jenuh.
  2. Frother. Frother digunakan untuk membantu menstabilkan gelembung udara yang terbentuk, sehingga tidak mudah pecah. Gelembung-gelembung udara yang terbentuk harus dapat bergerak bebas di dalam pulp dan dapat mengambil partikel-partikel mineral berharga, lalu diapungkan ke dalam pulp dengan dimasukkan udara. Contoh frother adalah DOWFROTH Flotation Frother Series, MIBC, dan Polyalkoxyparaffins.
  3. Modifier (Modifying Agent). Modifier digunakan untuk mengembalikan sifat permukaan ke yang aslinya yang berakibat pada peningkatan selectivity.
Cara kerja flotasi secara umum adalah dengan memanfaatkan keterbentukannya gelembung udara yang mengapungkan mineral berharga yang dipisahkan. Gelembung-gelembung udara terbentuk karena adanya udara yang dihisap ke dalam pulp dan frother yang membentuk energi bebas permukaan pada antar muka air dan udara. Partikel-partikel feed harus berukuran halus. Hal ini karena ukuran partikel yang halus akan menyebabkan density asosiasi partikel-gelembung menjadi lebih kecil dari density air.

Sifat adhesif partikel muncul karena ion permukaan dilapisi melalui reaksi secara adsorbsi fisik atau kimia dengan bagian ionik kolektor dan bagian organiknya mengubah sifat permukaannya, misalnya menjadi hidrofob. Dengan demikian, gelembung udara akan mengalami aerasi. Partikel-partikel mineral yang menempel pada permukaan gelembung akan terbawa naik ke permukaan pulp dan terpisahkan.

Langkah-langkah yang dilakukan pada proses flotasi sulfida adalah :
  1. Penghancuran dan penghalusan (kominusi)
  2. Desliming
  3. Pulp Concentration
  4. Conditioning
  5. Aeration
  6. Pemisahan
Proses flotasi dipengaruhi oleh faktor – faktor sebagai berikut. 
  • Ukuran partikel 
  • Persen padatan 
  • Derajat oksidasi 
  • pH pulp dan karakteristik air 
  • Reagent flotasi 
  • Kecepatan putaran pengaduk 
  • Laju pengaliran udara 
Flotasi sel yang digunakan secara komersial ada berdasarkan cara pemasukan udara, yaitu:
  1. Agitation Machine Cell. Gelembung udara yang dihasilkan berasal dari perputaran impeler dalam pulp, sehingga gelembung udara dapat bergerak ke atas.
  2. Pneumatic Machine Cell. Gelembung udara dimasukkan ke dalam flotation cell melalui injeksi dari luar seperti diberikan dari keran udara.
  3. Cascade Machine Cell. Terjadinya gelembung udara seperti jatuhnya copebble pada suatu cairan.
  4. Sub Aeration Machine Cell. Serupa dengan Agitation Machine Cell, tetapi alat ini memiliki alat yang dapat mengatur jumlah udara.
  5. Vacum and Pressure Cell. Udara masuk karena tangki dibuat vakum oleh pompa penghisap dan udara dimasukkan oleh pompa injeksi. 

Rekomendasi Buku Tambang-Geologi

Buku - buku pertambangan dan geologi di Indonesia bukan barang mudah untuk didapatkan memang. Kebanyakan publikasi terbatas pada buku - buku luar ataupun yang sudah diterbitkan dari zaman sebelum kemerdekaan atau lokal yang disedikan oleh pihak peneliti dan pemerintah, seperti Pusat Survei Geologi atau Kementerian ESDM.

Beberapa sarana yang digunakan para mahasiswa selama ini, setidaknya saya dulu, mengandalkan ebook, jurnal internasional dan lokal maupun presentasi dosen. Buku dalam bentuk cetak kalaupun ada di toko buku, harganya cukup lumayan untuk kantong mahasiswa. Akhirnya berujung kepada mengandalkan ebook yang akhirnya dicetak untuk membantu dalam membaca materi tersebut. Akan tetapi, tetap distribusinya masih sangat terbatas. Ujung - ujungnya balik kepada pertemanan dan kemampuan mencari di internet.

Baru - baru ini saya diberikan buku terbitan lokal yang dapat jadi tambahan bacaan di Indonesia dengan harga terjangkau untuk ukuran mahasiswat tambang dan geologi. Selain buku tersebut, ada beberapa buku lain yang bisa jadi rujukan kawan - kawan untuk bacaan senggang ataupun mengisi tugas - tugas dari dosen. Beberapa buku rekomendasi lokal saat ini:
  1. Tambang untuk Negeri, pengarang Resvani (masih PO), harga Rp 149.000 selama masa PO sampai akhir bulan Februari, penerbit Bhuana Ilmu Populer (Gramedia Group). Buku ini isinya tentang industri pertambangan nasional dan kebijakan di dalamnya. Penulis juga membahas bagaimana industri tambang seharusnya berkontribusi bagi negara dan perkembangan industri ini hingga saat ini. Selain itu, penulis juga menawarkan konsep pengelolaan sumberdaya alam yang menurut saya perlu dipertimbangkan untuk mendorong manfaat optimal pertambangan bagi negara. 
  2. A New Era of Project Economics and Investment Decision Techniques from Conventional Decision to Modern Real Options, pengarang Nuzulul Haq, harga langsung kontak ke penulis di http://explorerealoptions.com/publication/books/ karena buku dicetak berdasarkan request. Bagi kawan - kawan yang ingin belajar ekonomi industri tambang, buku ini adalah salah satu yang sangat direkomendasikan. Penulis adalah lulusan teknik pertambangan dengan pengalaman di industri pertambangan dan perminyakan sekitar 20 tahun, terutama untuk materi ini. Penulis juga banyak memberikan kursus terkait dengan project economics dan teknik pengambilan keputusan di seluruh Indonesia. Bagian real options merupakan nilai plus yang saya sangat sukai karena bidangnya termasuk yang paling sering saat ini digunakan dalam ekonomi mineral. 
  3. Ekonomi Migas, pengarang Benny Lubiantara, harga Rp 70.000, penerbit Grasindo. Buku ini bisa menjadi rujukan aspek komersial kontrak migas yang dibahas dari zaman awal Indonesia di OPEC hingga tata kelola migas pada tahun 2012. Meskipun belum diperbaharui dengan kondisi saat ini, buku ini tetap memberikan gambaran lugas seperti apa kontrak migas di Indonesia dan kebijakan fiskal OPEC. 
  4. Geoteknik ambang, pengarang Prof. Irwandy Arif, harga Rp 215.000, penerbit Gramedia Pustaka Utama. Buku ini ditulis oleh salah satu profesor dari Teknik Pertambangan ITB dengan pengalaman yang sudah mumpuni. Isinya tentang pembahasan keilmuan geoteknik secara teknis yang disertai dengan beberapa contoh kasus yang aktual terjadi di beberapa lokasi. Penulis memberikan deskripsi logis untuk masing - masing teori geoteknik yang juga disertai catatan referensi yang juga menarik untuk jadi referensi bacaan. 
  5. Batubara Indonesia, pengarang Prof. Irwandy, harga Rp 180.600, penerbit Gramedia Pustaka Utama. Buku ini merupakan buku pertama yang dikeluarkan oleh profesor yang sama. Penulis memberikan deskripsi terkait dengan industri batubara nasional secara lengkap yang dimulai dari sejarah, tata cara penambangan, jual beli hingga kebijakan yang terkait dengan batubara nasional. 

Uji Inklusi Fluida di Indonesia, Dimana?

Beberapa kolega kembali bertanya pada saya dimana melakukan pengujian inklusi fluida di Indonesia? Pengujian ini memang belum lazim untuk digunakan sebelumnya di Indonesia. Akan tetapi, di beberapa negara lain, seperti Jepang, pengujian ini jadi salah satu tools yang wajib digunakan kebanyakan anak - anak laboratorium economic gology. Manfaat tools ini bagi eksplorasi mineral terutama sangat membantu dalam pengecekan suhu mineralisasi yang terjadi pada catatan tertentu. Tidak semua inklusi dapat digunakan untuk menjadi patokan suhu mineralisasi. Harus perhatikan asal usul inklusinya atau paragenesa yang membentuk inklusi tersebut. Cek postingan sebelumnya.

Akibatnya, metode pengujian ini sama seperti pengujian lainnya memang tidak dapat berdiri sendiri. Pengujian ini adalah pelengkap pengujian lain yang dilakukan, meskipun hasil yang diberikan bersifat kuantitatif. Pada umumnya, mereka yang menggunakan pengujian ini dalam eksplorasi emas epitermal low sulfidation misalnya, pasti akan mengkonfirmasi dengan studi alterasi dan petrografi/mineralogi agar menjadi suatu kesatuan lengkap hasil yang saling mengkonfirmasi. Jika dibilang ini boros, well, bisa dikatakan iya tapi pada dasarnya dalam konsep explorasi, tidak ada satu pendekatan saja yang berdiri sendiri untuk membuktikan keberadaan bahan galian, terutama mineral di tempat tersebut.

Balik lagi ke pengujian inklusi fluida dimana dapat dilakukan? Ada beberapa referensi lokasi yang memiliki peralatan ini, sejauh yang saya tahu per postingan dilempar di website ini ya:

  1. LIPI, Jalan Cisitu No 21/154D, Dago, Coblong, Dago, Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40135
  2. Pusat Survei Geologi, Jl. Diponegoro No.57, Gedung C Bandung - 40144
  3. ITB Teknik Pertambangan, Jalan Ganesha No.10
  4. Antam UP Eksplorasi
Lalu untuk pembuatan sampel inklusi fluida yang di Indonesia dikenal sebagai double polish bisa dipesan jika tidak memiliki peralatannya sendiri ke:
  1. Tekmira Bandung, Jl. Jenderal Sudirman No.623, Wr. Muncang, Bandung Kulon, Kota Bandung, Jawa Barat 40211
  2. Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi Bandung, Jalan Soekarno Hatta No.444, Pasirluyu, Regol, Pasirluyu, Regol, Kota Bandung, Jawa Barat 40254
  3. Pusat Survei Geologi, Jl. Diponegoro No.57, Cihaur Geulis, Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat 40122
Per 2013, terakhir saya melakukan pembuatan sampel biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 100.000 hingga Rp 150.000 per sampel. Di atas adalah beberapa referensi untuk pengujian inklusi fluida di Indonesia yang sampai saat ini saya tahu, mungkin jika ada tambahan atau pengurangan, boleh saya diinformasikan. 

2014-11-12

Tambang dan Kebutuhan Modern

Video di bawah ini menceritakan bagaimana pentingnya tembaga dan proses mendapatkan barang tersebut. Video ini bisa ditonton langsung dari website Bingham Canyon Mine di http://vimeo.com/46389759 atau search websitenya di google.

Bingham Canyon Mine merupakan salah satu tambang tembaga tertua dan terbesar di dunia. Tambang ini sudah dimulai dari awal 1900 dan diperkirakan akan masih terus menambang hingga tahun 2030 setelah ditemukannya sumberdaya baru di bawah tambang yang tengah beroperasi saat ini. Meskipun sempat mengalami longsoran terbesar dalam sejarah tambang pada April 2013, tambang ini telah menyelesaikannya dan kembali menggenjot produksinya. Endapan Bingham merupakan porfiri copper yang berhost di granite. Diameter "mangkok" pit tambang sekitar 4 km dengan kedalaman sekitar 1 km, menjadikannya salah satu bukaan terbesar yang dilakukan manusia. 

Akan tetapi, kondisi seperti ini mau tidak mau  harus dilakukan. Mari kita melihat dari kacamata kebutuhan manusia terhadap sumberdaya untuk menyokong daya hidupnya. 
Mari mengenali tambang dan manfaatnya juga. 
If it is not grown, it is mined. 

2014-06-09

Geopolitics (2)

Main energy resources in the world come from oil, natural gas and coal. Those have general characteristics that implied to market and political situation, such as uneven distribution, technology consumption, high capital in high risk industries and fluctuating market situation. World political situation could control much this energy resources supply and demand. The world is still recovering from the effects of the 2008-2009 global recessions. As these effects continue to be felt, many unresolved economic issues add to the uncertainty associated with this year’s long-term assessment of world energy markets. The International Monetary Fund (World Energy Outlook 2008, October 2008, p. 43) defines a global recession to be when the world’s annual gross domestic product (GDP)—on a purchasing power parity basis—increases by less than 3.0 percent. According to Oxford Economics, world GDP grew by 2.7 percent in 2008, 1.1 percent in 2009, and 4.9 percent in 2010. 

Each energy resources have their own use in the public market. Nowadays, oil consumption is still the highest ones . It is relatively cheaper energy for public consumption compared to renewable resources. The demand is also projected to get higher in 2035 (IEA, 2013). Total consumption will move from China to other Asia countries, especially India. This projected follow countries economic growth. The biggest share for oil use is for transportation and electricity. 

The use of natural gas also is projected to be increasing significantly. Investment of natural gas is preferable for countries in which work with carbon efficiency, like Denmark and USA. In addition, it is because of relatively low capital costs and the favorable heat rates for natural gas generation. An outlook for strong growth in reserves and production contributes to the strong competitive position of natural gas among other energy sources. Shale gas revolution in USA also has triggered natural gas investment growth faster than other sources. But it impacts to coal uses in other sectors. 

Shale gas revolution and environment issues are some reasons that make coal become second priority uses in energy market. Most of coal is using in electricity and industry supports, like smelting and refinery. But these are limited to certain calories which implied to supply of the coal. All challenges imply to price decreasing of coal. China and India as major target of coal export also started to produce their coal resources that create higher uncertainties to coal market.  As other primary energy resources, its consumption also follows economic growth in countries. 

Energy resources characteristics and world demand create complex situations for its geopolitics. Relationships among countries are facing conflicts which will be supported by many issues in maldistribution. 
Geopolitics plays many roles in energy market. Maldistribution is the impact of how geopolitics works much among countries relationship. This situation is facing by Russia. As study case, Russia could be one of good example. Natural resources assets become medium to get “power” in countries relationship. Russia currently supply gas to Europe by the North Europe Gas Pipeline (NEGP) that connects Vyborg, Russia, to Greifswald, Germany, and consists of two parallel pipelines, with a total capacity of 55 bcm/year and will be nearly 25% gas import in 2015. Its energy market power allows Russia to consolidate political power internally and makes Russia immune to normal external checks on the exercise of power. Russia has refused to ratify the Energy Charter Treaty, which would guarantee transit rights for energy through Russia regardless of the owner and preclude cutting off energy supplies as a political weapon. Russia uses energy as leverage in its negotiations with what it sees as upstart neighbors (Ukraine, Georgia), and it continues to resist Europe’s entreaties for comparable rights for its investors in Russia. This typical situation is also constructing in mineral resources, like Molybdenum and Copper to Mongolia. Russia got power “naturally” from its resources and plays with it to get stable situation for their power. But shale gas revolution becomes one of problems that will be faced by Russia energy market, as Middle East suffered for its market now. 

PS: You can get some graphs from the references link to see complete information.

References
IEA World Energy Outlook 2013, http://www.worldenergyoutlook.org/
International Energy Outlook 2013, http://www.eia.gov/forecasts/ieo/

Geopolitics (1)

Here is some information about well known word "geopolitics". It is very close to every nations, even to resources students. We know that prices, owning, resources management, etc. are really controlled by geopolitical system in the world. When middle east war started, oil price started to fluctuate after that. Do we know why? Yes! Geopolitics controls many things. It doesn't only work on resources part but also military, territorial area etc. So how do we should know about it. I resume some information and post it here. Let's enjoy.

Geopolitical maldistribution of energy resource
Geopolitics comes from “geo” for geography and “politics”. Its simplified definition is about national policy based on the interrelation of politics and geography. Some academic publications also stated about geopolitics. 

  • Saul Bernard Cohen (2003) defined "Geopolitics is the analysis of the interaction between, on the one hand, geographical settings and perspectives and, on the other hand, political processes. (...) Both geographical settings and political processes are dynamic, and each influences and is influenced by the other. Geopolitics addresses the consequences of this interaction.”
  • Colin Flint (2006) defined "Geopolitics, the struggle over the control of spaces and places, focuses upon power. (...)In nineteenth and early twentieth century geopolitical practices, power was seen simply as the relative power of countries in foreign affairs. In the late twentieth century, (...) definitions of power were dominated by a focus on a country's ability to wage war with other countries. However, recent discussions of power have become more sophisticated."
  • Haushofer (1869-1946) defined "Geopolitics is the new national science of the state, a doctrine on the spatial determinism of all political processes, based on the broad foundations of geography, especially of political geography."

Geopolitics is part of international relationship. It control many aspects in a relationship, from military (figure 1) to energy resources.
Taylor (1993) that the revival of Geopolitics had taken shape in three ways:
1. Geopolitics that described global rivalries in world politics.
2. Geopolitics that formed in an academic one, a new more critical geopolitics. Critical historiographical studies of past geopolitics have been a necessary component of this 'geographer's geopolitics'.
3. Geopolitics that associated with the neo-conservative, pro-military lobby. Such studies talk of 'geopolitical imperatives' and treat geography as 'the permanent factor' that all strategic thinking must revolve around.
This situation creates political maps in the world for each countries relationship. For example figure 2 about political maps in 2008. It showed that many countries have conflicts, not only in military, but also island claim, countries border, natural resources, etc. Geopolitics map will be changed or added each time depending on other integrated factors, like market, demands on technology, resources, and supply for food, etc. In this case, it concerns to geopolitical maldistribution of energy resources. This is crucial thing followed by many issued about its supply and demand.